Nama gue Fauzan Hakim. Gue diterima di IPB ini pada bula Juni 2011. Pada saat itu gue masih belum percaya kalo gue lolos disini. Menurut gue ini suatu mukjizat Allat SWT yg diberikan ke gue. Pas tau gue diterima di IPB ini gue shock plus seneng banget. Shocknya gue masih gak nyangka gitu gue bisa keterima haha. satu yang paling aneh pas gue keterima itu gue gak tau kampus IPB itu dimana. Awalnya gue buta banget sama jurusan-jurusan yang ada di IPB. Kan emang gue tadinya gak tau IPB itu apasih? Ngapain sih masuk IPB? Apasih keunggulan IPB? Pertanian? Gak keren amat deh. Banyak banget deh pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak gue pas moment-moment pasca ujian nasional yang membuat para murid kelas XII merasa bebas sekaligus galau untuk memikirkan kemana mereka setelah lulus? Setelah moment ujian nasional gue langsung aktif sendiri mencari-cari informasi terkait perguruan tinggi negeri. Karena gue waktu itu beranggapan gue gak bakal kuliah kalo gue gak dapet negeri. Gak tau kenapa gue gak “sreg” kalo kuliah di swasta. Pas gue iseng-seng browsing internet mencari-cari info tentang perguruan tinggi negeri, selalu yang keluar itu IPB. Tiba-tiba gue keinget kakak kelas gue waktu di SMA yaitu mantan ketua KIR (kelompok ilmiah remaja) sekolah gue yaitu kak Hastia Windri Pangestika (Agronomi dan Hortikultura IPB 2010) juga kuliah di IPB. Gue lamgsung hubungin dia untuk cari-cari informasi jurusan-jurusan di IPB. Waktu itu yang gue mau hanya lolos PTN dan kuliah di PTN. Gue gak mikirin disana belajar apa ajasih? Prospek kerjanya giaman? Gue gak mikirin itu. Akhirnya gue tanya aja jurusan yang peminatnya sedikit, passing gredenya rendah, serta kuota penerimaan mahasiswa barunya besar biar gue gampang lolosnya haha. Yaitu waktu itu dipilihin deh jurusan-jurusan yang katanya kakak kelas gue itu sesuai sama kriteria-kriteria yang gue minta itu. Di universitas pertama, gue pilih IPB dengan tiga jurusan yaitu jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan dipilihan pertama. Silvikultur dipilihan kedua. Dan satu lagi gue lupa jurusan apa, kayaknya jurusan yang ada di fakultas perikanan dan kelautan gitu deh. Dan di universitas kedua, gue pilih Universitas Brawijaya dengan tiga jurusan juga yaitu Agribisnis dipilihan pertama, pilihan kedua dan ketiganya gue lupa apa. Yang pasti pilihan kedua dan ketiganya itu adalah jurusan-jurusan yang bagusnya pilih di IPB. Ya tapi karena gue bener-bener buta jurusan gue asal aja pilih jurusan haha. Dengan mengucap bismillah gue fixkan jurusan-jurusan tersebut dan diinputlah oleh petugas sekolah waktu pendaftara SNMPTN Undangan 2011 itu. Semenjak itu gue terus berdoa dan berharap kepa Allah SWT biar gue bisa lolos PTN dan gue bisa ngebanggain kedua orang tua gue. Gue diterima di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB 2011. Ada yg berbeda antara IPB dengan kampus-kampus lainnya. Di IPB pada tingkat satu itu masih melalui TPB (Tingkat Persiapan Bersama) dimana para mahasiswa baru diajarkan kembali materi-materi pelajaran dasar sebelum masuk ke departemen pada tingkat dua nanti. Di TPB ini menurut gue kayak kelas 10 SMA. Kenapa gitu? karena di TPB kita belajar lagi tuh yang namanya fisika, kimia, biologi, ekonomi, sosiologi, bahasa indonesia, bahasa inggris, kewarganegaraan, pokoknya pelajaran-pelajaran SMA banget deh. Kenapa IPB nerapin sistem TPB ini? Karena IPB ini menyaring mahasiswanya dari seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bahkan ada juga yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Filiphina, Thailand, Timor Leste, Papua Nugini. Jadi seluruh mahasiswa baru ini harus disetarakan dulu kurikulum dan pengetahuan-pengetahuannya sebelum mereka masuk ke departemen masing-masing. Di Indonesia hanya ada dua perguruan tinggi yang menerapkan sistem TPB ini yaitu di IPB sendiri serta di ITB.

 

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Search
Categories
Bookmarks